Langsung ke konten utama

Teknologi dan dampaknya

semakin ke sini, perkembangan jaman dan teknologi semakin maju.  sebagai pribadi yang masih hidup dan butuh bersosialisasi kita dituntut untuk bergerak dinamis mengikuti alur dunia.  harus semakin rajin meng-upragrade diri baik secara iman maupun wawasan.  menolak perubahan dan ber-keukeuh terhadap barang lama bukanlah keputusan bijak.  saya tidak mengatakan hal kuno harus ditinggalkan.  manusia punya akal dan hikmat, kita harus pandai dan cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. bagaimana kita bijak menyikapi setiap kemajuan dan tetap bermawas diri menjaga kebudayaan dan nilai-nilai leluhur.

dinamisnya kemajuan jaman saat ini tentu merubah beberapa bahkan mungkin hampir seluruh aspek kehidupan kita.  beberapa hal yang patut disikapi secara bijak antara lain:

1.  pola asuh (parenting)
layaknya tanaman, beda tanah beda varietas tanamannya.  beda jaman tentu beda generasi, dalam salah satu buku terbitan gramedia Raising Children in Digital Era disebutkan bahwa generasi sekarang adalah generasi klik. generasi yang instan dan modern.  hampir semua anak di usia dini sudah mahir memainkan gadget.  kita sebagai orang tua harus mampu minimal mengimbangi kemampuan mereka, memilihkan acara dan konten yang sesuai, berpikiran terbuka (demokrasi) dalam menyelesaikan masalah, dan pandai menempatkan diri dalam bergaul dengan anak-anak kita.  saya rasa generasi sekarang sudah bukan jamannya lagi kita berpikir bahwa kita orang tua adalah pihak yang selalu benar.  kita perlu membuka mata dan wawasan bahkan kita juga harus rela mendapat kritik dan masukan dari anak kita.  masa sekarang adalah masa dimana kita harus pandai mencari win-win solution yang bisa menjadi jalan tengah diantara kebutuhan anak dan kebijakan kita sebagai orang tua.  cara menerangkan sesuatu perintah ataupun larangan pun harus dengan alasan yang masuk akal dan logis.  sudah tidak jamannya lagi kita melarang anak dengan alasan-alasan mistis atau menakut-nakuti.

2. bijak menjadi pembaca
dunia maya adalah lautan informasi.  mudah tapi bisa jadi menjerumuskan.  kita harus berhati-hati dalam menanggapi semua informasi.  apakah informasi tersebut valid atau hoax.  demikian pula saat kita menanggapi sosial media.  kita harus bijak memilah mana yang perlu ditanggapi dan mana yang tidak.  kita harus memasang banyak filter dalam diri kita agar kita tidak mudah terbawa arus provokasi.

3. bijak menjadi penulis
sejak ada sosial media, tak jarang privasi menjadi ruang publik.  kita harus pandai menyunting subjek dan bijak dalam menulis sesuatu.  saya sepakat dengans eorang artis yang berpedapat bahwa dunia maya adalah dunia yang bisa kita bentuk sesuka kita.  jika kita terganggu kita bisa membatasi orang tertentu, jangan mudah larut dalam euforia hubungan baik.  tidak semua hubungan baik dalam dunia riil harus berkawan baik pula dalam dunia maya.  kita juga harus pandai melihat prioritas.  banyak konflik justru berawal dari hal sepele di dunia maya.  sebagai pembaca kita harus ingat betul, dunia maya adalah dunia maya.  kita tidak bisa menilai atau membangun gambaran kehidupan orang lain hanya dari dunia maya.

teknologi. bisa menjadi alat bantu. juga bisa menjadi senjata makan tuan.  jangan pernah lelah untuk belajar.  dan jangan muda baper ketika berada di dalamnya.  semoga kita bisa memanfaatkan teknologi di sekitar kita untuk memperbaiki hubungan, meningkatkan kualitas pola asuh, dan lebih baik lagi jika kita bisa mendapat hasil materi dari pemanfaatannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali ke fitrah :)

saya lupa ayatnya dimana.  (petunjuk untuk hidup bersama orang-orang yang baik, mungkin di Amsal banyak sekali petunjuk ini)  tetapi ini yang ingin saya bagi.  pertimbangkanlah baik-baik untuk memilih sesuatu yang murah atau bahkan gratis.  terkadang harga bayar yang harus kita tebus tidak sebanding dengan label murah atau gratisnya.  *ouch yang ini rasanya menohok sekali... ibarat bunga, yanga akhirnya mandiri dan berpindah pada pot yang baru.  namun rupanya, biji ilalang masih ada yang nyangkut dan 'sulit' untuk ditebas.  sehingga sesekali bunga layu dan ilalang yang nampak meninggi.  ini ngomongin apa sih ya? hehe... bijaksana yuk ketika menentukan sesuatu.  dalam artian, bukan cuma memandang nilai materi tetapi dampak moralnya juga.  pengalaman yang ada sekuat-kuatnya filter kita, seringkali kita pun akhirnya keok juga.  berhati-hatilah dengan siapa kita bergaul.  berhati-hati dengan siapa anak kita hidup bersama....

Yang Terbaik

Kemarin sore, entah mengapa tiba-tiba hati saya menjadi bimbang. Memandangi si kecil yang sudah pulas. Merenungi perkerjaan saya sehari-hari. Rutinitas d kantor. Dan rutinitasnya di rumah. Saya tidak menghakimi bahwa wanita karier adalah yang terbaik. Pun begitu dengan ibu rumah tangga. Saya rasa setiap orang berhak memilih dan menyandang predikatnya masing-masing. Sama seperti kisah klasik yang sering terjadi. Mungkin diantara ibu rumah tangga ada yg rindu bekerja. Dan ibu pekerja seperti saya merindukan rumah. Seolah kami berhadap-hadapan dan saling memandang halaman muka rumah seberang yang tampak indah rumputnya. Naluri saya sebagai seorang ibu terkadang menuntut lebih agar selalu disisi si kecil. Harusnya saya selalu berada di sisinya menikmati dan mendampingi masa pertumbuhannya. Bukannya malah orang lain yang bukan siapa-siapa yang justru ada di sisinya. Atau kadang saya sangat merindukannya seusai jam kantor dan justru bingung harus melakukan apa untuk menumpaskan rasa rindu...

Menantu wanita idaman

Alkisah disebuah kota metropolitan,di sebuah desa yang tentram,di rumah mewah atau di rumah mungil. Entah dimana sajalah itu bermula. Hiduplah sebuah keluarga muda,didampingi oleh orang tuanya. Sang menantu wanita sangat soleh, santun dan baik hati. Ia penurut kepada imamnya dan berbakti kepada mertuanya. Mereka tidak pernah bertengkar ataupun berbeda pendapat. Sang menantu bisa menangani semua pekerjaan dg sempurna. Ibu dan bapa mertuanya sangat menyayanginya. Keluarga ini hidup bahagia selamanya. TAMAT *dibuat di dalam mimpi dengan banyak cita rasa hati. Yang jelas tanpa sianida. Lebih enak dinikmati dengan secangkir kopi. Hanya dibuat bagi yg bisa membaca  untuk memahaminya bukan menghakiminya. Selamat berproses ibu ibu muda,menjadi menantu sempurna :D