Langsung ke konten utama

Engga punya bbm papa

Terjadilah suatu ketika. Wasap suami mengalami ke-error-an. Bernasib sama seperti hape mungilnya. Sehingga untuk urusan komunikasi yg biasanya mengandalkan wasap tsb harus beralih ke media lain.
BBM. Tapi sengaja tidak kami pilih. Lebih tepatnya tidak saya pilih. Dulu kami punya semuanya. Lain. Wasap. Efbe. Instah. Bbm. Tapi semuanya betubah sejak negara api menyerang. Ribut gara2 status bbm. Setelah itu saya d delkon. Sebel?? Iyalah. Awalnya. Setelah itu biasa aja. Saya belajar bahwa dalam hubungan suami istri, saya tidak perlu harus tau semuanya. Note: dulu saya kepooo banget. Yang penting saya percaya dia. Kok bisa? Saya rasa, percaya itu muncul dari ketulusan kita menyayangi seseorang. Percaya itu juga dibangun dari lingkungan yang saling mendukung. Budaya atau kebiasaan untuk mengerti dan memahami posisi masing2.
Saya belajar dari silang pendapat kami tentang status bbm: kita memang sudah bersuami istri tetapi kita tetap butuh privasi. Sekali lagi, media social. Bisa menjadi alat menghubungkan atau justru menghancurkan.
Bijak membagi pin atau kontak. Dan tidak mudah terjebak dalam 'euforia kerabat'. Mungkin ini bisa menjadi salah satu filter kita untuk lebih bijak lagi membangun hubungan :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penolong Sepadan (Curhat Seorang Istri)

Kejadian 2 : 18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Ayat ini saya dapatkan ketika saya ngeyel bertanya pada seorang saudara.  Ngeyel meminta jawaban, padahal saya feeling sebenernya beliaunya ini juga masih belajaran hehe... Mungkin beliaunya merasa tidak pede untuk memberi arahan karena masih merasa baru *sama2 baru di dunia pernikahan. Tapi saya waktu itu lagi kepo banget. Nget! Dan ngga tahu harus tanya kemana (lagi) karena perenungan sudah mentok. Dan hati semakin galau gundah gulana tak menentu *eaaaa... Tuhan begitu luar biasa menciptakan kita manusia, bumi, beserta isinya.  Tuhan bahkan telah memerintahkan kita, supaya kita beranakcucu, memenuhi bumi, dan menaklukannya (Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan bur...

Menantu wanita idaman

Alkisah disebuah kota metropolitan,di sebuah desa yang tentram,di rumah mewah atau di rumah mungil. Entah dimana sajalah itu bermula. Hiduplah sebuah keluarga muda,didampingi oleh orang tuanya. Sang menantu wanita sangat soleh, santun dan baik hati. Ia penurut kepada imamnya dan berbakti kepada mertuanya. Mereka tidak pernah bertengkar ataupun berbeda pendapat. Sang menantu bisa menangani semua pekerjaan dg sempurna. Ibu dan bapa mertuanya sangat menyayanginya. Keluarga ini hidup bahagia selamanya. TAMAT *dibuat di dalam mimpi dengan banyak cita rasa hati. Yang jelas tanpa sianida. Lebih enak dinikmati dengan secangkir kopi. Hanya dibuat bagi yg bisa membaca  untuk memahaminya bukan menghakiminya. Selamat berproses ibu ibu muda,menjadi menantu sempurna :D

Halo nama saya Yona

Halo nama saya Yona. Saya ibu pekerja pada hari kerja (senin-jumat) dan seorang ibu rumah tangga pada akhir minggu. Saya ibu dari satu putri. Dan seorang istri dari satu suami 😚 Halo nama saya Yona. Saya mencintai pekerjaan saya saat ini. Bagi saya ini adalah hobi yang menyenangkan. Bertemu dengan banyak pribadi yg luar biasa. Pimpinan saya ada lima orang. Hampir semua adalah profesor. Dua diantaranya adalah pejabat kementerian. Saya takjub bisa bekerja sama dengan para beliau ini. Tak pernah saya bayangkan, saya yang hanya lulusan D3 bisa memperoleh kesempatan luar biasa ini. Mungkin ini berlebihan. Tetapi sungguh, saya tak pernah membayangkan betapa Tuhan mempercayakan pekerjaan ini kepada saya. Saya bangga berada di tengah2 tim yang positif dan banyak mengajarkan berbagai ilmu dan wawasan. Dulu mimpi saya sederhana, saya mencintai manajemen. Saya suka mengatur jadwal. Saya suka membuat rapi dan mempercantik sesuatu. Bagi saya, kecintaan ini seperti sistem yg sudah menga...